Piagam PSIM

December 16, 2009 by admin  
Filed under Berita ESQ, Media Room

Ketua DPR RI Marzuki Alie, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Menteri Ne­gara Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring, serta para tokoh lainnya hadir dalam acara penandatanganan piagam Persaudaraan Serumpun Indonesia Malaysia (PSIM) pada Sabtu, 12 Desember 2009 di Menara 165, Jl TB Simatupang Jakarta Selatan. Dari Malaysia juga hadir Dato Mukhriz Mahathir yaitu Wakil Menteri Perdagangan Antarbangsa dan Industri yang juga merupakan putra mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Mahathir Muhammad.

Bertindak selaku penandata­ngan adalah pemrakarsa gerakan persaudaraan ini yaitu Dr. Ary Ginanjar Agustian dari pihak Indonesia dan Dato Husamuddin Yacoob dari Malaysia. Kegiatan ini merupakan langkah nyata dan tindak lanjut dari harapan kedua pemimpin Negara Indonesia dan Malaysia untuk meningkatkan hubungan antara rakyat di kedua Negara serumpun ini.

Dr. Ary Ginanjar adalah Ketua Umum Forum Komunikasi Alumni ESQ Internasional yang anggotanya berjumlah 800.000 orang dan 55.000 di antaranya ada­lah tokoh dan masyarakat Malay­sia. Dalam sambutannya, Ary Ginanjar menyatakan bahwa ikatan yang mendasari pendirian PSIM ini bukan semata ikatan emosional yang mudah goyah jika ada permasalahan yang terjadi, na­mun juga ikatan spiritual yang lebih abadi dan tidak mudah go­yah. ‘’Jalinan persaudaraan yang kami bentuk ini sifatnya informal, karena berasal dan untuk sesama masyarakat kedua bangsa,” ungkapnya.

Dato Husamuddin Yacoob ada­lah Koordinator Wilayah Alumni ESQ Malaysia. Ia adalah pemilik kelompok usaha media massa dan penerbitan terbesar di Malaysia Karangkraf.

Turut menyaksikan acara ini, beberapa tokoh penting dari Malaysia lainnya antara lain Dato Abdul Hadi Awang Kechil Ketua Pengarah Pusat Latihan Khidmat Negara dibawah Departemen Pertahanan Malaysia, Dato’ Paduka Syeikh Hasbullah mantan Mufti Kedah, Puan Hasnah Ismail Direksi Pembangunan Sumber Manusia Berhad dan Dato Mustafa mantan Dirjen pada Departemen Agama Malaysia (mantan Ketua Pengarah Jakim).

Sambutan dari pihak Malaysia disampaikan oleh Dato Mukhriz Mahathir menyatakan bahwa persaudaraan serumpun ini disatu­kan oleh ESQ yang telah diterima de­ngan sangat luas di Malaysia, “Bayangkan seluruh jenderal dari bintang satu sampai bintang empat di Tentara Diraja Malaysia te­lah menjadi alumni ESQ, seluruh pimpinan Polis Diraja Malaysia termasuk Kepala Polis Diraja Malaysia juga telah menjadi alumni ESQ. Belum lagi perusahaan terbesar Malaysia telah mengikutsertakan pimpinan dan karyawannya dalam training ESQ. Saat ini ‘’baru’’ terdapat 55 ribu orang alumni ESQ di Malaysia tapi saya yakin jumlah itu akan segera meningkat berlipat ganda dalam waktu dekat.”

Mukhriz yang hadir didampingi istrinya Datin Norzieta Zakaria, juga menyampaikan apresiasinya terhadap warga Malaysia. “Kami benar-benar terharu dengan sam­butan saudara-saudara kami di Indo­nesia terhadap rombongan kami yang jumlahnya 150 orang di Jakarta ini, sebuah sambutan yang terduga sebelumnya,” ungkapnya.

Ketua DPR RI Marzuki Alie da­lam sambutannya menyatakan kebahagiaanya bahwa terbentuk ikatan persaudaraan kedua bangsa dalam tingkatan masyarakat bia­sa, tanpa campur tangan pihak birokasi ataupun pemerintahan, dan itu terbentuk karena melalui ESQ-lah komunikasi intensif ini bisa terjadi. “ Jika telah ada ikatan yang kuat saya yakin persoalan antara kedua bangsa dapat de­ngan mudah diselesaikan, saya bang­ga melalui ESQ komunikasi ini bisa terbangun dan malam ini diterjemahkan dalam bentuk pendirian Persaudaran Serumpun Indonesia Malaysia ini. Saya akan datang ke Malaysia jika diundang sebagai sesama alumni ESQ.”

Menteri Tenaga Kerja dan Trans­migrasi Muhaimin Iskandar yang rencananya hanya akan hadir sebentar, karena sudah ditunggu di acara lain, akhirnya turut memberi sambutan. “Ini sejarah baru, kedua masyarakat dari dua bangsa diikat oleh ikatan spiritualitas, saya meya­kini akan menyatukan dan memberikan persaudaraan yang lestari dan abadi bila masyarakat sendiri yang melakukannya.”

Sedangkan Menteri Negara Ko­­­­munikasi dan Informasi Tifa­tul Sembiring yang juga hadir memberikan apresiasinya terhadap ESQ yang mampu membuat jembatan komunikasi yang luar biasa antara kedua bangsa, “Begitu banyak per­samaan antara kedua bangsa, Men­teri Penerangan Malaysia Rais Ya­tim pun, kolega saya, ternyata ber­darah Minangkabau, jadi saya sangat bahagia dengan silaturahim ini.”

Acara ini dihadiri oleh 150 orang tokoh dan masyarakat Malaysia yang hari itu selesai mengikuti Training ESQ Parenting di Menara 165 juga sekitar 150 orang tokoh dan masyarakat Indonesia.
Dato Husamuddin merasa sa­ngat terkejut dengan sambutan masyarakat dan pihak pemerintahan yang tampak pada acara malam itu. Ia tak menyangka bahwa ide yang digulirkannya itu kini seakan telah menjadi bola salju. Hal itu diakuinya makin menambah semangatnya untuk bergerak. “Ibaratnya kalau dulu kecepatannya hanya 30 km/jam kini naik sampai 100 km/jam,” ujarnya.

Dato Haji Abdul Hadi Awang Kechil, Ketua Pengarah Pusat Latih Khidmat Negara (PLKN) mengatakan bahwa kerjasama Indonesia dan Malaysia merupakan hal yang sangat penting. “Ada baiknya hubungan ini kita mulakan ikatan dari rakyat. Selama ini sering muncul persepsi, dengan cara seperti ini persepsi yang tidak elok akan terhindari.” Menurutnya ESQ yang saat ini sudah diputuskan kerajaan Malaysia bagi semua juru latih PLKN, merupakan program pembangunan insan yang terbaik untuk menyatukan hati.

Ahli Media Yayasan Harapan Kanak-kanak Malaysia Dato Atikah Adom mengatakan bahwa nilai-nilai spiritualitas yang diajarkan ESQ akan meningkatkan rasa persaudaraan, persatuan, dan kerjasama.

Sedangkan mantan Mufti Kedah Dato Paduka Syeikh Hasbullah Hj. Abd Halim mengatakan kegiatan penandatanganan piagam PSIM ini merupakan bekal untuk memper­baharui hubungan yang selama ini kurang dipupuk. Saudara se­rumpun harus dipupuk dari masa ke masa. Hubungan mesra ini harus diteruskan. Saya optimis hubungan Indonesia Malaysia akan makin baik, Apalagi saya keturunan saya dari Aceh hanya lahir saja di Kedah.”

Adi Sasono yang hadir hing­ga acara usai, memberikan komentar bahwa kegiatan ini merupakan langkah yang sangat positif antara sesama hamba Allah. “Selama ini banyak sekali miskomunikasi antara kedua bangsa dan ini sebuah prakarsa yang meletakkan semuanya dalam satu kepentingan bersama yaitu mencari keridhaan Allah. Karena tidak ada dasar yang lebih kokoh daripada ikatan spiritualitas, yang harus kita bangun bersama. Tinggal dilanjutkan de­ngan perluasan hubungan sehingga dapat membangun komunikasi yang lebih baik. Tidak boleh ada lagi berbagai bentuk pernyataan kebencian dan kemarahan antar dua negara,” ujarnya.

Menurut Dato Husamuddin langkah-langkah nyata sudah disiapkan di antaranya melakukan program pertukaran pelajar antara Indonesia-Malaysia. Dengan ber­bagai program yang direncanakan, semoga hubungan persaudaraan serumpun makin membaik.

Piagam Persaudaraan Serumpun Indonesia dan Malaysia (PSIM)

  1. Persaudaraan Serumpun Indonesia Malaysia (PSIM didirikan sebagai ikatan persaudaraan serumpun rakyat Indonesia Malaysia.
  2. Membantu Pemerintah Indonesia dan Malaysia untuk menjaga persaudaraan dalam tingkatan masyarakat dalam rangka menjaga perdamaian antara kedua bangsa.
  3. Landasan pendirian Persaudaraan Serumpun Indonesia Malaysia adalah membentuk ikatan emosional dan ikatan spiritual dengan 7 Nilai Dasar yakni: Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil dan Peduli.
  4. Persaudaraan Serumpun Indonesia Malaysia akan mengangkat segala persamaan-persamaan dan menghormati perbedaan antara Indonesia dan Malaysia.
  5. Persaudaraan Serumpun Indonesia Malaysia akan melakukan langkah-langkah nyata untuk lebih mendekatkan ikatan emosional dan spiritual rakyat kedua Bangsa.
  6. Persaudaraan Serumpun Indonesia Malaysia akan turut memberikan sumbangan pemikiran dan komunikasi kepada Pemerintah kedua Bangsa jika terjadi permasalahan yang harus diselesaian dengan dasar kekeluargaan.
  7. Persaudaraan Serumpun Indonesia Malaysia akan membangun sinergi dan kerjasama dalam aksi kemanusiaan Indonesia dan Malaysia. (ida/tinowww.esqmagazine.com)

Comments

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!